Tau Nggak Makanan Terbaik di Semarang? Ini 3 Diantaranya

Semarang adalah salah satu pusat industri tersibuk di Jawa. Namun selain dikenal sebagai kawasan industri, sektor pariwisata Semarang tak kalah menarik dari kota-kota wisata yang terkenal di Indonesia. Bukan hanya Lawang Sewu, banyak sisi lain dari Semarang yang menarik untuk dieksplorasi. Mulai dari destinasi wisata hutan, pantai, air terjun, waterpark, museum, hingga tempat ibadah yang bersejarah bisa kamu temukan saat kamu berkunjung ke ibu kota provinsi Jawa Tengah ini. Selain itu, hal menarik lain yang ditawarkan Semarang adalah wisata kulinernya.


Ya, berkunjung ke Semarang tak lengkap kalau tak menyempatkan untuk mencoba makanan khasnya. Menariknya lagi, Semarang pernah dinobatkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia. Ada banyak makanan enak yang bisa kamu coba. Tapi jika kamu baru pertama ke Semarang, setidaknya kamu harus coba 3 makanan terbaik di Semarang ini:

1. Lumpia

Bicara soal kuliner Semarang, biasanya orang langsung terpikir ke lumpia. Ya, memang lumpia bisa dibilang telah menjadi ikon kuliner Semarang. Menurut sejarahnya, lumpia adalah makanan perpaduan budaya asli Tionghoa dan Jawa. Tjoa Thay Joe, seorang lelaki yang berasal dari Tiongkok, memutuskan untuk menetap di Semarang dan membuka usaha kuliner dengan menjual makanan yang menggunakan daging babi dan rebung.

Tjoa Thay Joe kemudian bertemu seorang wanita asli Jawa yang bernama Wasih. Dalam kesehariannya, Wasih juga berjualan makanan yang hampir sama, namun isiannnya terdiri dari kentang dan udang. Singkat cerita, keduanya memutuskan menikah. Mereka masih menggeluti usaha kuliner pasca menikah, dan munculah kuliner baru yang merupakan perpaduan citarasa Tionghoa dan Jawa, yakni lumpia.

Namun, isiannya diganti dengan ayam atau udang yang dicampur rebung. Makanan tersebut biasa dijajakkan di pasar malam Belanda pada zaman dulu. Seiring waktu, usaha kuliner suami istri itu semakin berkembang, dan bahkan sekarang diteruskan oleh anak-anaknya. Siem Swie Kiem melanjutkan usaha lumpia di Gang Lombok. Sementara Siem Swie Hie membuka cabang di Jalan Pemuda, dan Siem Hwa Noi di Jalan Mataram.

2. Babat Gongso

Babat gongso juga sayang jika tidak dicoba saat kamu melancong ke Semarang. Apalagi kalau kamu suka makanan bercitarasa pedas. Seperti namanya, makanan ini berbahan dasar babat sapi yang direbus terlebih dahulu hingga teksturnya empuk. Lalu dikombinasikan dengan bumbu yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, daun salam, dan lainnya.

Salah satu tempat makan babat gongso yang terkenal di Semarang adalah Nasi Goreng Babat Pak Karmin yang terletak di Jl. Pemuda. Kedai yang dimiliki oleh Bapak Sukarmin atau akrab disapa Pak Karmin itu sudah ada sejak 1971. Dengan tetap mempertahankan resep keluarga, citarasa nasi goreng babat dan gongso babat yang dijual Pak Karmin tidak berubah dan membuatnya menjadi salah satu penjual babat gongso yang legendaris di Semarang.

3. Leker

Leker adalah kue yang terbuat dari telur, tepung terigu, gula, susu, dan air. Kue ini mirip martabak tapi lebih tipis dengan tekstur yang lebih crispy. Dulu leker biasa diberi topping manis seperti meses. Tapi kini penjual leker semakin berinovasi dengan rasa asin dan topping yang lebih kekinian. Mau manis atau asin, seporsi leker hangat cocok dijadikan teman minum kopi atau teh.

Leker yang legendaris di Semarang adalah Leker Paimo yang sudah ada sejak tahun 90-an. Konon, leker adalah versi hemat dari pancake yang jadi kesukaan orang Belanda zaman dulu. Selain di Semarang, leker juga cukup familiar di kalangan warga Solo dan Surabaya. Namun, yang membuat Leker Paimo banyak peminat adalah inovasi rasanya. Jika datang ke tempat mangkal gerobak Leker Paimo di Jl. Karang Anyar No.37 depan SMA Loyola Semarang, kamu bisa mencicipi aneka varian leker dengan topping lezat, mulai dari pisang, keju, cokelat, telur, sosis, tuna, hingga keju mozzarella.