5 Alasan Mengapa Investasi Tanah Lebih Baik daripada Menabung di Bank

Apa yang terjadi di masa depan tak bisa sepenuhnya diprediksi. Tapi yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi hal-hal buru yang mungkin terjadi. Terutama dalam hal keuangan. Jadi alangkah baiknya setiap menerima gaji kita menyisihkan sejumlah dana untuk ditabung. Kalau uang tabungan Anda sudah cukup banyak, sebaiknya jangan dibiarkan begitu saja. Kembangkanlah dana Anda dengan berinvestasi.


Salah satu bidang investasi yang layak dipertimbangkan adalah tanah. Ya, investasi tanah lebih menguntungkan ketimbang menyimpan uang di bank. Mengapa?

1. Capital gain yang tinggi

Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh seorang investor dari selisih harga jual dan harga beli. Dari waktu ke waktu, harga tanah terus naik sehingga capital gain-nya juga tinggi. Harga tanah umumnya naik hingga 20% per tahun. Jika tanah yang Anda miliki berlokasi di daerah berkembang atau dibangun infrastruktur baru di dekatnya, kenaikan harganya bisa sangat signifikan.

Hal itu tentunya berbeda sekali dengan keuntungan yang diperoleh dari menabung di bank. Keuntungan per tahunnya tidak akan sebesar capital gain dari tanah. Selain itu, investasi tanah juga lebih aman dari dampak inflasi. Karena itu, banyak orang memilih investasi properti untuk mempertahankan nilai kekayaannya di masa depan.

2. Memiliki nilai tambah

Tanah juga menawarkan nilai tambah bagi pemiliknya. Misalnya, jika Anda membangun sebuah rumah atau ruko di atasnya, maka nilai ekonominya juga meningkat. Rumah atau ruko tersebut bisa dikomersilkan dengan disewakan ke orang lain jika Anda tidak memanfaatkannya sendiri.

Kalaupun Anda tidak membangun, sambil menunggu harga tanah naik menyentuh harga yang diinginkan, tanah Anda bisa dikembangkan sebagai lahan bisnis. Hal ini tergantung di mana lokasi tanah Anda. Jika dekat perkantoran atau sekolah misalnya, tanah Anda bisa dimanfaatkan sebagai lahan parkir berbayar. Atau memanfaatkannya sebagai kebun. Hasil dari kebun bisa dijual sehingga mendatangkan keuntungan finansial bagi Anda.

3. Investasi jangka pendek/menengah

Persediaan tanah tidak bertambah, sementara populasi manusia terus meningkat. Inilah yang membuat tanah akan semakin mahal dari waktu ke waktu. Bahkan dalam kurun waktu singkat minimal 5 tahun, keuntungannya sudah cukup signifikan. Juga jauh lebih besar dari imbal balik yang diperoleh jika Anda mengendapkan dana di bank.

4. Sertifikat tanah bisa diagunkan

Ketika membeli tanah, pastikan surat kepemilikannya lengkap supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Tanah yang bersertifikat juga bisa dijadikan jaminan ketika Anda mengajukan pinjaman ke pegadaian atau baik. Hal ini bisa sangat membantu ketika butuh dana besar dalam waktu cepat.

5. Minim biaya perawatan

Properti memang menjadi sektor investasi yang menjanjikan. Untuk pemula, tanah adalah pilihan investasi properti yang memerlukan biaya lebih rendah ketimbang rumah atau ruko. Tanah tidak memerlukan biaya perawatan yang besar. Juga tidak perlu keamanan khusus.